← Back to Blog

Article

React Native untuk Aplikasi Lapangan: Offline‑First + Sync yang Stabil

Panduan praktis membangun aplikasi lapangan dengan React Native: strategi offline‑first, queue sync, conflict handling, dan UX yang jelas.

2023-08-07·2 min read
React NativeOfflineSyncMobile

Aplikasi lapangan tidak bisa bergantung pada internet. Jaringan bisa hilang saat user sedang input data penting. Karena itu, strategi offline‑first adalah kunci agar aplikasi tetap stabil dan dipercaya.

Artikel ini fokus pada sync yang stabil dan UX yang jelas — bukan teori.

1) Prinsip offline‑first

Aturan sederhana:

  • User selalu bisa bekerja meski internet mati
  • Data disimpan lokal dulu, lalu sync otomatis
  • Status sync terlihat agar user yakin datanya aman

2) Arsitektur dasar

Komponen utama:

  1. Local storage (MMKV/SQLite)
  2. Sync queue (daftar tugas yang menunggu sync)
  3. Conflict handler (jika data berubah di server)

Diagram sederhana:

bash
UI → Local DB → Queue → Sync Worker → API

3) Local storage yang tepat

Gunakan sesuai kebutuhan:

  • MMKV: cepat untuk data kecil
  • SQLite: untuk data besar & query
  • Realm: cocok untuk struktur data kompleks

Rule praktis:

Data yang sering dibaca → cache lokal
Data transaksi → simpan ke queue

4) Sync queue yang aman

Setiap action user jangan langsung ke server. Masukkan ke queue:

js
const enqueue = (task) => {
  db.queue.insert({
    id: uuid(),
    type: task.type,
    payload: task.payload,
    status: "pending",
    createdAt: Date.now(),
  });
};

Lalu worker akan memproses:

js
const sync = async () => {
  const pending = await db.queue.getPending();
  for (const task of pending) {
    try {
      await api.send(task);
      await db.queue.markDone(task.id);
    } catch {
      await db.queue.markRetry(task.id);
    }
  }
};

5) Conflict handling

Jika data di device berbeda dengan server:

Opsi simpel:

  • Last write wins (paling mudah)
  • Manual merge (untuk data kritikal)

Contoh conflict rule:

  • Data transaksi → server yang menang
  • Notes/tugas ringan → device boleh overwrite

6) UX yang membuat user percaya

UX wajib:

  • Badge status: “Saved”, “Syncing…”, “Offline”
  • Retry indicator jika gagal sync
  • Tombol manual sync (opsional)

Contoh label:

  • ✅ Tersimpan di device
  • ⏳ Menunggu sync
  • ⚠️ Gagal sync

7) Koneksi & retry strategy

Praktik aman:

  • Cek koneksi sebelum sync
  • Retry dengan exponential backoff
  • Batasi retry agar tidak membebani device

8) Security & data integrity

Karena data lokal sensitif:

  • Enkripsi storage jika diperlukan
  • Validasi payload sebelum sync
  • Pastikan token refresh berjalan saat offline

9) Checklist implementasi cepat

  • [ ] Local DB terpasang
  • [ ] Queue sync berjalan
  • [ ] Status sync tampil di UI
  • [ ] Retry + backoff
  • [ ] Logging untuk failure

Penutup

Offline‑first bukan fitur, tapi cara berpikir.
Jika user tetap produktif saat offline, mereka akan percaya pada aplikasi. Kesimpulannya: fokus pada keandalan lokal, sync yang transparan, dan feedback yang jelas.