Algoritma search itu seperti kita mencari sesuatu di rak. Ada dua cara paling umum: cari satu‑satu atau bagi dua. Di sini kita pakai bahasa sederhana supaya mudah dipahami siapa pun.
1) Linear search: cari satu‑satu
Bayangkan kamu punya 24 kartu angka. Linear search itu membuka kartu dari awal sampai ketemu. Sangat mudah, tapi bisa lama kalau kartunya banyak.
Kelebihan:
- Implementasi paling simpel
- Tidak butuh data terurut
Kekurangan:
- Waktu pencarian meningkat seiring ukuran data
2) Binary search: bagi dua
Binary search itu seperti tebakan di tengah. Kamu lihat kartu tengah, lalu buang setengah yang salah. Syaratnya: kartu harus rapi/urut.
Kelebihan:
- Sangat cepat untuk data besar
- Step jauh lebih sedikit
Kekurangan:
- Butuh data terurut
- Lebih kompleks untuk implementasi tertentu
3) Coba langsung: demo interaktif
Gunakan demo ini untuk melihat perbedaan step linear vs binary.
Bayangkan kita cari angka dengan membuka kartu satu per satu dari kiri ke kanan.
Tekan Run untuk mulai.
Ringkas: Cek satu per satu sampai ketemu.
Catatan: data di demo sudah urut, jadi binary search bisa dipakai.
4) Dampak ke UX dan performa
Di aplikasi nyata:
- List kecil → linear search cukup dan simple
- Data besar → binary search (atau indexing) lebih cepat
- Search real‑time → gunakan debounce + struktur data efisien
5) Ringkasnya
- Linear search = sederhana, cocok untuk data kecil
- Binary search = cepat, butuh data terurut
- Pilih sesuai ukuran data dan kebutuhan UX
Jika kamu ingin sistem yang responsif, mulai dari struktur data. Algoritma yang tepat akan terasa langsung di pengalaman user.